PENGARUH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
TERHADAP MINAT UKM DALAM MENGGUNAKAN
QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD
(STUDI KASUS JAKPRENEUR KECAMATAN TAMBORA)
Tampilkan catatan item lengkap
|
Judul:
|
PENGARUH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
TERHADAP MINAT UKM DALAM MENGGUNAKAN
QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD
(STUDI KASUS JAKPRENEUR KECAMATAN TAMBORA) |
|
Penulis:
|
Restu Nadia Putri
|
|
Abstrak:
|
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, termasuk penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen pembayaran nontunai yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Menurut Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/1/PADG/2022 tanggal 25 Februari 2022 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, dijelaskan bahwa QRIS diharapkan dapat mendukung dan memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam data yang dirilis oleh Databoks Katadatata diketahui bahwa 90% merchant pengguna QRIS di wilayah DKI Jakarta didominasi oleh UMKM. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan data tingkat penggunaan QRIS di kalangan Jakpreneur Kecamatan Tambora yang masih rendah, yaitu hanya sekitar 5% dari total pelaku usaha aktif. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat potensi besar QRIS dalam mendukung digitalisasi UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh variabel-variabel dalam kerangka Technology Acceptance Model (TAM) yang terdiri dari persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi risiko terhadap minat UKM dalam menggunakan QRIS. Hasil penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat penggunaan QRIS sehingga dapat menjadi masukan bagi pihak terkait dalam meningkatkan minat penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 142 pelaku UKM yang tergabung dalam program Jakpreneur Kecamatan Tambora. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan topik penelitian. Instrumen penelitian telah diuji dan memenuhi persyaratan validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel penelitian. Analisis mencakup pengujian model pengukuran (outer model) untuk memastikan validitas konstruk dan reliabilitas indikator, serta model struktural (inner model) untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel dan mengukur besarnya pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan QRIS di kalangan UKM (Jakpreneur Kecamatan Tambora). Temuan ini menegaskan relevansi model TAM dalam menjelaskan minat penggunaan teknologi pembayaran digital. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi dan sosialisasi terkait manfaat, kemudahan penggunaan, serta manajemen risiko QRIS bagi pelaku UKM. Bagi pemerintah daerah dan instansi terkait, hasil ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan strategi promosi dan pendampingan yang lebih efektif, sehingga mendorong percepatan digitalisasi Transaksi di sektor UKM, khususnya di wilayah Jakarta Barat. |
|
Deskripsi:
|
Kata Kunci :
Kata Kunci: Technology Acceptance Model, Manfaat, Kemudahan Penggunaan,
Risiko, Minat Penggunaan, QRIS, Jakpreneur, UKM.
Referensi : |
|
URI:
|
https://ecampus.utmj.ac.id/utmj/al?d=GtiiN14zpdLbB%2BwAz%2FBtSET28EQuAxgyq9qxo3BodUPkYE07BcW4s2dZW%2BZ1HWkYFulvx7fz48585yIb91blBu%2BTtuW8RL2dIog486diJ03FzSegIv9mbey3XglIm1DmPibKQIr1JKBQFfbTaywaWiOExxVLHX6uzzjmhNaVhiwx5fCCjjHFtcUcPIJEMqfx
|
File dalam item ini
Item ini muncul di Koleksi berikut
Tampilkan catatan item lengkap