IMPLEMENTASI METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY), SAFETY STOCK DAN REORDER POINT TERHADAP PENGENDALIAN PERSSEDIAAN (Studi Kasus Pada Apotek K24 Tebet Tahun 2016 – 2019)

Publikasi Sttind

IMPLEMENTASI METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY), SAFETY STOCK DAN REORDER POINT TERHADAP PENGENDALIAN PERSSEDIAAN (Studi Kasus Pada Apotek K24 Tebet Tahun 2016 – 2019)

Tampilkan catatan item lengkap

Judul: IMPLEMENTASI METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY), SAFETY STOCK DAN REORDER POINT TERHADAP PENGENDALIAN PERSSEDIAAN (Studi Kasus Pada Apotek K24 Tebet Tahun 2016 – 2019)
Penulis: Fera Susanti
Abstrak: ABSTRAK Persediaan merupakan salah satu sumber pendapatan utama pada apotek. Ketersediaan obat sangat mempengaruhi penjualan dan terjadi pada tahun 2016 hingga tahun 2019 yang terus mengalami penurunan karena masalah kekurangan dan kelebihan obat yang mengakibatkan persediaan barang belum optimal khususnya obat keras salep. Hal ini mengakibatkan perusahaan khawatir apabila tahun selanjutnya turun terus menerus. Untuk itu diperlukan pengendalian persediaan agar dapat menjaga ketersediaan obat di apotik dengan tepat waktu. Selain itu, pengendalian persediaan apotik dapat menerapkan Standar Kefarmasiaan Apotek khususnya metode konsumsi. Metode ini banyak dipergunakan pada klinik dan apotik karena mudah dipahami dan mudah digunakan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini yaitu Pemilik Sarana Apotik, Apoteker dan Apoteker Pendamping. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Apotek K24 Tebet tahun 2016 hingga tahun 2019 dengan sampel sebanyak 53 item obat keras salep dan hasil observasi sebanyak 212 item obat. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tujuan mengungkapkan data yang ada dilapangan dengan cara menguraikan sesuatu dan memperoleh gambaran realita mengenai pengendaliaan persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan obat keras salep sebelum dilakukan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point dengan persentase ketersediaannya sebesar 20,7 %. sebanyak 44 item obat keras salep. Sementara itu, untuk hasil persentase ketersediaan obat keras salep setelah dilakukan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point yaitu sebesar 100%. Selain itu, Standar kefarmasian Apotek metode konsumsi juga menghasilkan persediaan yang benar - benar dibutuhkan sehingga dapat mengatasi kekurangan dan kelebihan persediaan obat keras salep. Berdasarkan hasil penelitian disarankan melakukan penerapan Standar Kefarmasian Apotek metode konsumsi pada obat keras salep agar anggaran yang direncanakan tidak terlalu besar.
Deskripsi: Kata Kunci : Pengendalian persediaan, obat keras salep, Economic Order Quantity (EOQ),Safety Stock, Reorder Point dan Standar Kefarmasian Metode Konsumsi Referensi :
URI: https://ecampus.utmj.ac.id/utmj/al?d=V6Zpsh75avN%2FY3zeQOWbJQXBby2hjljFjROBRUSuWdtW7V4zI5gcvXSr1238AJJj9MxYTmdjNhtJRtwsOWIYuISxp%2BCZ2TBe9VlMrCJLNYPGgpgsIp7S03aTlwekeE5cIVQx2TaIJnVNxwNmeJQjGDtIfhapQ3leG9O80SSDnOZvsD57pysYNiYlXGLlZxVQ


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1708399454971_SKRIPSI Fera Susanti .pdf 1.534Mb application/pdf Lihat / Buka File Skripsi

Item ini muncul di Koleksi berikut

  • Skripsi
    Thesis Strata Satu (S1) Repository

Tampilkan catatan item lengkap

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya